Langsung ke konten utama

MENGAPA KITA SULIT BAHAGIA?

Sedari kecil kita di ajarkan untuk selalu bersaha untuk menggapai cita-cita supaya kelak di kehidupan yang akan datang kita bisa memperoleh kebahagiaan. Tapi mengapa sampai saat ini kita belum mengerti apa itu kebahagiaan?, kita masih di sibukan dengan membandingkan diri dengan orang lain walaupun itu baik ketika di jadikan sumber motivasi tapi itu juga tidak jarang membuat kita menjadi depresi.

Karena standar-standar itu pula kita jadi sulit menemukan arti sesungguhnnya dari kebahagiaan, semakin kabur dan semakin sulit untuk di raih maka dari itu di perlukannya pengertian akan kebahagiaan itu sendiri dan juga harus sadar akan standar-standar apa saja yang membelanggu diri.

Mengingat standar-standar yang ada pada masyarakat tentang kesuksesan, kebahagiaan dan kesejahtraan malah membuat kita makin sulit menentukan apa kebahagiaan itu sebenarnya, dan yang lebih extrem lagi apakah hidup ini hanya sebatas mencari sesuatu yang bersifat materi saja? Atau ada yang lain?

Menurut Aristoteles (384-322 SM). Tujuan utama dari kehidupan manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan. Idealnnya apapun yang di lakukan oleh manusia akan berujung pada pemenuhan kebahagiaan. Kita belajar supaya bisa mengerti banyak hal, bisa membuka lapangan pekerjaan, makmur secara ekonomi atau memilih menjadi sederhana seperti seorang filsuf dan itu semua  akan berakhir pada pemenuhan kebahagiaan.

Aristoteles juga berpendapat bahwa ada tiga bentuk kebahagiaan. Bentuk pertama kebahagiaan adalah hidup senang dan nikmat. Bentuk kedua adalah menjadi warga negara yang bebas dan bertanggung jawab. Bentuk ketiga adalah menjadi seorang ahli pikir dan filisof. Aristoteles juga menekankan bahwa ketiganya harus ada pada saat yang sama supaya manusia bisa menggapai kebahagiaan. Ketika salah satunnya tidak terpenuhi maka sulitlah ia untuk bahagia.

Untuk sampai tujuan itu harusnnya kita mendefinisikan standar apa yang harus kita miliki untuk diri kita sendiri, tapi kita terkadang lupa untuk melakukannya dan terbawa oleh standar yang ada di masyarakat. Padahal tidak ada yang membedakan rasa bahagia orang yang miskin dan juga orang yang kaya, rasa bahagia seniman dan olahragawan karena sumber dari kebahagiaan semua orang sama yaitu dari dopamin yang membanjiri otak.

Untuk itu kita perlu memulai untuk mendefinisikan kebahagiaan menurut kita sendiri yang sesuai dengan kita, tanpa merugikan orang lain dan juga kita harus mulai menanyakan “kenapa saya bahagia dengan hal itu” contohnnya kenapa saya bahagia ketika memiliki pasangan?. Dari hasil kita menanyakan hal tersebut kita bisa terlatih untuk memiliki kontrol dalam diri kita sendiri dalam merumuskan kebahagiaan untuk kita, apakah itu cocok atau tidak dan memberatkan atau tidak untuk kita.

Karena celakanya ketika kita terkurung oleh standar yang ada maka sulitlah menemukan kebahagiaan itu, yang pada hakikatnnya kita sendiri yang menentukan, karena kita punya kebebasan atas kebahagiaan diri kita dan juga kita punya tanggung jawab sepenuhnnya untuk mendapatkan kebahagiaan itu, bukan tergantung dari orang lain.

Pada akhirnnya ketika kita sudah lepas dari standar yang ada maka sudah dekatlah kita kepada kebahagiaan itu sendiri, yang mungkin terdengar cukup mudah untuk menggapainnya tapi tidak akan semudah itu, banyak rintangan yang memerlukan kesadaran untuk bisa melewatinya.

 Oleh : Muhamad Septiar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRATEGI PENGEMBANGAN PMII DENGAN METODE ASWAJA MANHAJ AL-FIKR

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang sering disebut PMII ialah wadah bagi mahasisiwa untuk berkembang dan menciptakan para pemikir-pemikir yang selalu menjunjung tinggi keadilan baik bagi orang lain atau dirinya sendiri. Awal berdirinya PMII pada 17 April 1960, yang mana tahun itu PMII ikut andil dalam sejarah politik, sosial, dan pendidikan di Indonesia. Dan pada awal terbentuknya PMII, para pemuda PMII saat itu berhasil berperan sangat penting di kalangan Mahasiswa, Dimana PMII mulai menunjukan gerakan-gerakan Politik maupun social yang sangat cepat dan sangat berpengaruh. Hal ini di usia yang baru beranjak satu tahun, PMII sudah menjadi anggota forum sedunia di Moskow (Contittuente Metting Forthe Youth Forume). Dan  pada  tahun-tahun berikutnya PMII memimpin Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), juga berpartisipasi dalam pembentukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan bergabung dengan Cipayung serta berbagai ger...

MELUNTURNYA KARAKTER KEINDONESIAAN PASCA REFORMASI

Lama kelamaan pendidikan kita berubah fungsi yang harusnya bisa mendidik manusia supaya bisa memilik karakter yang baik dan menjadikan manusia seorang insan yang bertaqwa, berbudi luruh, cakap serta bisa mempertanggungjawabkan keilmuanya. Sayangnya sekarang pendidikan hanya menjadi lemaga khusus yang hanya memberikan pengetahuan lewat buku saja. Ketika pendidikan berubah fungsi maka sekolah sekolahpun sudah banyak yang tidak mengajarkan keIndonesiaan, contoh kecilnya masih ada saja anak SMP yang tidak tahu apa itu pancasila. Kalau pancasila saja tidak hafal bagai mana dia bisa mengerti, kalau sudah tidak mengerti bagai mana bisa mengamalkanya?.             Pada tanggal 1 juni 2011 yang lalu presiden ke 3 Indonesia BJ. Habibie pernah berpidato dalam rangka memperingati hari kesaktian pancasila, yang isi pidatonya menyebutkan bahwa ada 3 faktor penyebab lunturnya pancasila dalam kehidupan sehari hari. 1. Terjadinya proses global...